Selama pandemi Covid belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, tampaknya kita semua masih harus bersabar menjalani rutinitas yang baru ini. Tidak hanya pekerja kantoran, para pelajar mulai dari SD hingga kuliah juga harus menjalani kegiatan belajarnya di rumah. Bahkan semenjak pertama kali diterapkan PPKM hingga detik ini para pelajar belum pernah lagi menginjakkan kaki ke sekolah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

Tentunya bagi para orang tua hal ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi orang tua yang anaknya masih berada di bangku SD. Bagaimana tidak, tugas mengajar dan mengawasi yang selama ini dilakukan oleh guru sementara waktu harus mereka lakukan. Anak berusia sekolah dasar masih belum sepenuhnya mampu belajar secara mandiri tanpa pengawasan dan bantuan orang tua. Baik orang tua maupun anak dituntut untuk bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah secara maksimal.

Agar semua bisa berjalan dengan efektif minim tekanan maka dibutuhkan tips atau cara mendampingi anak belajar di rumah yang baik selama masa darurat Covid. Coba simak tipsnya di bawah ini!

1. Bangun suasana rumah yang aman dan nyaman
Kunci utama supaya kegiatan belajar mengajar di rumah bisa efektif adalah adanya suasana rumah yang mendukung. Pastikan kondisi rumah dalam keadaan aman dan nyaman! Membersihkan dan merapikan rumah adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Jangan lupa juga kalau cahaya matahari dan sirkulasi udara juga penting bagi kesehatan Anda dan anak. Jadi pastikan cahaya dan sirkulasi udara di rumah Anda baik. Setelah itu, Anda juga perlu menyediakan peralatan dan perlengkapan pendukung kegiatan belajar anak, seperti alat tulis, meja, dan kursi belajar, serta peralatan pendukung lainnya. Langkah terakhir, jangan ciptakan keributan seperti teriakan dan suara volume TV yang keras.

2. Buat jadwal belajar harian
Bagi orang tua yang bekerja, Anda akan mempunyai dua tugas tambahan selama di masa WFH, yaitu tugas kantor Anda dan tugas untuk mengajar anak Anda. Kalau tidak diatur dengan baik, keduanya bisa saling tumpeng tindih sehingga Anda kesulitan dalam mengerjakan keduanya. Buatlah jadwal kegiatan untuk Anda maupun anak Anda. Atur sebaik mungkin supaya pekerjaan Anda dan kegiatan belajar mengajar anak Anda tidak terganggu satu sama lain. Anda juga bisa membuat daftar prioritias tugas untuk Anda dan anak Anda.

3. Buat waktu belajar yang fleksibel
Poin yang satu ini masih berhubungan dengan poin di sebelumnya. Jadwal yang Anda buat tidak harus benar-benar baku dan tetap. Anda masih bisa menyesuaikan jamnya secara lebih bebas asal tidak saling bertabrakan satu sama lain. Karena kondisi masih seperti ini, maka waktu belajar di rumah tidak harus sama dengan waktu belajar di sekolah. Proses dan tugas belajar harus disesuaikan dengan kondisi anak, orang tua dan lingkungan di rumah. Jangan menetapkan target terlalu tinggi bagi anak untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dalam satu waktu sementara orang tua juga memiliki tugas lain yang harus dikerjakan. Orang tua sebaiknya menetapkan target yang dapat dicapai anak per harinya. Sehingga anak dapat belajar untuk mengatur irama belajar mengajar di rumah yang efektif.

4. Gunakan cara belajar yang menyenangkan
Cara belajar yang menyenangkan akan lebih mudah diterima dan dimengerti oleh Anda. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pendekatan belajar mengajar yang menyenangkan. Anda bisa menggunakan bahan-bahan pembelajaran di luar materi dan buku pelajaran. Maksimalkan internet untuk memberikan tayangan atau bahan pembelajaran secara visual agar anak tidak bosan. Hal ini juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan Anda di luar pengetahuan akademis.

5. Terapkan kedisiplinan
Meskipun belajar dengan cara yang menyenangkan itu perlu, tapi Anda jangan lupa terapkan kedisiplinan. Kedisplinan dalam hal ini bukan berarti Anda harus sering memarahi anak Anda, melainkan menetapkan batasan. Jangan sampai anak terlalu lama bermain dan memiliki terlalu banyak waktu untuk bermalas-malasan. Dorong anak untuk mematuhi jadwal dan tenggat waktu tugas yang diberikan.

6. Jangan stress
Mengerjakan pekerjaan rumah, kantor, dan mendampingi anak belajar dalam sehari penuh tentunya adalah pekerjaan yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Apalagi, pandemi juga memberikan tekanan tersendiri bagi psikologis kita. Kalau Anda stress, kemungkinan untuk melampiaskan emosi kepada anak akan sangat tinggi. Oleh karena itu Anda harus bisa mengontrol pikiran. Jangan sampai stress yang berlebihan. Belajar mengontrol stress memang tidak semudah itu. Anda bisa mulai dengan melatih pernafasan atau mediasi. Cobalah untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi anak.

7. Libatkan anak pada kegiatan rumah
Dengan adanya kegiatan belajar mengajar di rumah, waktu Anda bersama anak akan lebih banyak. Manfaatkan hal ini dengan melakukan kegiatan produktif bersama anak di rumah. Libatkan mereka dalam pekerjaan rumah, seperti memasak, berkebun, menata barang, merawat hewan peliharaan, dll. Libatkan mereka dengan cara yang menyenangkan dan tanpa terlalu membebaninya. Kegiatan-kegiatan ini tentunya bisa meningkatkan kemampuan berfikir dan motorik mereka. Selain itu, kegiatan tersebut juga bisa menjadi variasi kegiatan supaya anak tidak bosan belajar terus di rumah.

8. Permainan edukatif
Jangan salah, permainan itu juga penting untuk kecerdasan anak. Tapi, Anda juga harus bisa memilah mana permainan yang baik untuk anak. Berikan permainan-permainan yang mampu mengasah kecerdasan dan merangsang daya kreatifitas anak. Permainan ini tentunya bisa berbentuk digital dan berbentuk fisik. Hanya saja, permainan yang berbentuk fisik lebih dianjurkan karena mampu mendorong anak untuk aktif dan bergerak. Anda bisa memberikan Meja Belajar Massi dari KANA untuk melatih kecerdasan dan kreatifitas anak. Tapi Anda juga perlu untuk membatasi waktu bermain mereka supaya seimbang dengan waktu belajar dan beristirahat.
Read other articles related