Desain industrial adalah tentang mengekspos material bangunan yang lumrahnya orang ingin sembunyikan. Tapi kebalikannya, dalam desain ini material yang ingin disembunyikan itu malah dijadikan primadona dalam desain ini. Ini tentang desain yang tampak “mentah” dan terkesan belum selesai. Jika berbicara tentang desain Industrial maka elemen besi dan kayu berwarna gelap adalah ciri khas utamanya. Meskipun tone warna pada desain industrial cenderung lebih gelap, desain ini tidak mengenal istilah boros dan berantakan. Nilai-nilai minimalis tetap diusung dalam desain ini. Menghindari dekorasi-dekorasi yang tak begitu penting untuk mengimbangi permukaan dinding bata atau kayu yang sudah ramai adalah kunci utama menerapkan desain ini. Beberapa karakteristik yang membangun desain industrial dapat dilihat di bawah ini:

 

Elemen besi dan kayu

 

Besi dan kayu merupakan bahan utama dalam kontruksi dan bangunan industrial. Elemen besi dan kayu sangat wajar ditemukan di pabrik-pabrik, sehingga dalam desain Industrial kedua bahan tersebut menjadi salah satu karakteristik utama. Dalam desain ini, elemen kayu dan besi dibarkan tampak seolah-olah “mentah”. Namun, malah itu yang membuat desain ini unik. Perpaduan kayu dan besi menghasilkan nuansa tangguh yang mengingatkan akan era industrialisasi.

 

Layer warna natural

 

Desain Industial menggunakan layer atau elemen dasar yang berwarna netral. Seperti yang tampak pada gambar di atas, warna elemen-elemen utama menggunakan warna netral dan natural. Tembok bata yang bercat putih serta beberapa elemen yang memilih menggunakan warna putih menghasilkan kombinasi yang pas. Warna netral adalah warna yang aman untuk dikombinasikan dengan berbagai elemen.

 

Dinding bata yang ikonik

 

Dinding bata merupakan fitur utama yang membangun desain Industrial. Jika ditanya soal desain Industrial, mungkin fitur ini yang paling menonjol. Sebagian besar desain yang dimaknai sebagai desain Industrial hampir selalu memiliki dinding yang berbata. Dinding berbata memberikan nuansa “kasar” dan “mentah”, namun malah hal itu yang membuatnya semakin banyak dilirik orang-orang.

 

Langit-langit terbuka yang menampilkan pipa dan besi

 

Karena sejarahnya yang bermula dari sebuah pabrik, fitur seperti pipa dan rangka-rangka besi ciri khas sebuah pabrik masih dipertahankan. Dalam desain Industrial, langit-langit dibiarkan terbuka dengan menampakkan rangka besi atau pipa. Seperti yang tampak pada gambar di atas, terdapat pipa dan besi yang membentang di langit-langit dapur. Fitur tersebut cocok digabungkan dengan lampu gantung yang juga berbahan besi.

 

Jendela besi yang tinggi dan lebar

 

Karena pada abad ke 19 teknologi yang menunjang pencahayaan dalam skala besar tidak secanggih sekarang, banyak pabrik yang didesain dengan jendela tinggi dan lebar agar memungkinkan banyak cahaya alami yang masuk. Pada akhirnya, hingga saat ini desain Industrial masih membawa karakteristik tersebut. Rumah-rumah atau apartemen bergaya Industrial selalu memiliki jendela besi yang tinggi dan lebar.

 

Open plan floor

 

Rumah bergaya industrial cederung menerapkan konsep open plan floor alias layout rumah tanpa adanya sekat-sekat ruang menggunakan dinding permanen. Lagi-lagi menilik karakteristik pabrik yang terbuka dan lapang, rumah bergaya industrial juga menerapkan hal serupa. Ruang tamu, dapur, dan ruang makan berada di dalam satu ruangan luas tanpa adanya pembatas dinding. Biasanya, juga ada loteng terbuka yang menghadap ke ruangan utama ini, seperti yang tampak pada gambar di atas.

 

Furniture cenderung berwarna gelap

 

Furnitur dalam desain Industrial cenderung menggunakan tone warna yang lebih gelap. Coklat dan hitam sering digunakan pada furnitur-furnitur bergaya Industrial, seperti warna kayu dan besi. Meski begitu, bukan berarti semua interior yang bergaya Industrial berwarna gelap. Ada juga yang menggunakan warna terang untuk menyeimbangkan komposisi bangunan yang awalnya memang sudah gelap. Elemen kombinasi besi dan kayu juga sering digunakan pada furniturenya.

Read other articles related