Ini Alasan Interior Rumah Minimalis Sangat Populer

Ini Alasan Interior Rumah Minimalis Sangat Populer
Minimalism ada di sekeliling kita, di kotak kemasan produk, di tampilan aplikasi smartphone, di halaman-halaman website, di gambar-gambar pada Instagram. Kalau Anda menuliskan kata kunci atau hashtag “minimalist” pada Instagram, maka segudang postingan gambar muncul menampilkan desain simpel dengan jumlah perabotan yang sesedikit mungkin. Anda akan melihat foto vas bunga atau tanaman di background tembok putih, orang berpakaian warna netral polos, hingga foto ruangan bercat monochrome. Hasil yang sama akan juga muncul jika Anda mengetikkannya pada Google, Tumblr, maupun Pinterest.

Istilah minimalis digunakan untuk mendeskripsikan sebuah tren dalam desain dan arsitektur di mana elemen yang digunakan diminimalkan sesuai dengan kebutuhan. Desain interior rumah minimalis berusaha untuk tetap membuat segalanya sederhana dan mudah. Minimalis didefiniskan sebagai:

“The use of the barest and fewest essentials or elements, as in arts, literature and design.”

“A style or technique in design that is characterized by extreme spareness and simplicity.”

Dalam desain interior rumah minimalis, elemen pada desain menyampaikan kesan sederhana. Bentuk geometris dasar, pola, warna dan tekstur elegan, elemen tanpa dekorasi, bahan sederhana, dan pengulangan struktur mewakili rasa keteraturan dan kualitas esensial. Pada desain interior, minimalism berarti ruangan lapang dengan sedikit furnitur dan elemen. Elemen utama sebuah desain interior berfokus pada bentuk, warna, dan tekstur.

Beberapa dari kita mungkin mengkritik minimalism sebagai desain yang terlihat malas dan membosankan. Hal itu ada benarnya juga sebenarnya. Desain minimalis seperti kehilangan penjiwaan, dan membatasi seseorang untuk lebih bebas menampilkan karakteristik, selain dari karakteristik minimalis itu sendiri. Beda halnya bagi Anda yang tidak suka dengan desain yang terlalu ramai tapi tetap ingin mendapatkan kesan elegan, maka minimalis merupakan pilihan yang tepat. Pada akhirnya ini hanya soal selera.

Lebih jauh lagi, minimalism tidak hanya mempromosikan desain saja. Sesungguhnya, di balik interior rumah minimalis modern yang sederhana terdapat sebuah nilai yang mendorong orang untuk hidup lebih minimal dengan menggunakan barang secara tidak berlebih. Isu lingkungan merupakan salah satu alasan mengapa minimalism menjadi alternatif gaya hidup yang tepat. Desain interior minimalis yang hemat penggunaan barang merupakan salah satu bentuk penghematan energi.

Meskipun alasannya penghematan, bukan berarti minimalism ini kekurangan daya keindahannya. Dalam interior desain, desain minimalis menjadi populer akhir-akhir ini karena dari elemen yang sedikit itu ternyata bisa membangun sebuah desain yang elegan, anggun, dan indah. Dalam desain minimalis, ruang, objek, dan pencahayaan memainkan peran yang penting. Desain ini sesungguhnya lebih tepat kalau disebut berani daripada membosankan. Minimalis juga fungsional dan mudah diingat.

Meskipun nilai utamanya adalah “simplicity”, tapi interior rumah minimalis sederhana bukan tentang kesederhanaan atau kekurangan. Malah minimalism tidak pernah terinspirasi pada kemiskinan. Ini bukanlah gaya atau desain yang murah, karena elemen-elemen yang digunakan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, desain interior rumah minimalis malah menciptakan kesan yang mewah, mahal, dan anggun. 

Apa karakteristik Desain Minimalis?

Sederhaan dalam Bentuk dan Fungsi
Desain minimalis memiliki layout yang sederhana, jelas, dan efisien dengan ukuran ruangan yang luas. Dengan begini, ruangan akan lebih mudah diatur dan tidak rumit. Bentuk yang sederhana, lantai terbuka, interior tembok yang polos, area penyimpanan yang rapi, pemandangan luar yang diapat diakses adalah karakteristik rumah minimalis. Secara keseluruhan, desain rumah minimalis adalah rumah sederhana dan mudah yang menghindari banyak sudut atau lengkungan yang rumit.

Dinding dan Permukaan yang Tidak Ramai
Dinding dan pola pada permukaan lantai maupun langit-langit dalam desain rumah minimalis cenderung menggunakan pola-pola yang tidak ramai, bahkan cenderung polos. Ini ditujukan agar bisa lebih menonjolkan tekstur serta material dari dinding dan permukaan itu sendiri. Pola yang polos juga akan memunculkan kesan luas dan lapang.

Ruang Bersih, Terbuka, dan Penuh Pencahayaan
Desain minimalis selalu bersih, terbuka, dan penuh cahaya yang mengisi ruangan. Penggunaan warna netral dan warna cerah untuk dinding, aksesoris dan detail yang bersih, ruangan yang tidak berantakan membuat rumah minimalis terasa tenang, indah, dan lapang. Pencahayaan natural yang masuk dari ruangan terbuka makin meningkatkan suasana yang hangat dan nyaman.

Detail Sederhana Tanpa Dekorasi
Yang membuat desain minimalis pupuler dan banyak diterapkan adalah karena penggunaan barang atau objek yang tidak berlebih sehingga terlihat rapi. Tidak ada dekorasi yang berserakan atau terbengkalai. Hal itu juga untuk menghindari kerumitan, serta memangkas elemen agar hanya elemen yang paling utama yang menonjol.

Warna Monokrom dan Netral
Desain minimalis menghindari warna yang berani dan terang karena akan membuat kontras yang sangat jelas terhadap keseluruhan komposisi ruangan. Warna-warna yang digunakan selalu warna monokrom dan warna netral yang kesannya lembut, seperti putih, abu-abu, krem (beige), dan coral. 

Penggunaan Bahan yang Strategis
Karena penggunaan objek atau barang yang tidak melimpah, maka penting bagi desain minimalis untuk memilih objek dengan bahan yang tepat dan berkualitas.