Kalau melihat bunga-bunga yang dijual di pasaran rasanya ingin sekali membawa pulang semuanya. Tapi masalahnya kebanyakan dari kita tidak tahu bagaimana cara merangkainya. Sehingga tidak jarang orang memilih untuk langsung membeli satu rangkaian bunga sekaligus daripada membeli satuan.

 

Tapi kalau Anda ingin mencoba merangkai bunga sendiri dan masih bingung bagaimana cara memulainya, tips dari KANA kali ini wajib Anda simak. Pada tips kali ini KANA akan memberikan cara yang mudah untuk

merangkai bunga tanpa Anda harus menjadi ahlinya. Berikut ini tipsnya:

 

Langkah 1: Tentukan desain dan gayanya

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan gaya dan skema warna sebelum membeli bunga. Kalau Anda sudah menentukan, maka Anda bisa memilih jenis dan warna bunga yang akan cocok satu sama lain. Skema warna earthy dan monokrom yang memamerkan varian rona yang berbeda dalam warna yang berbeda akan sangat cocok, misalnya warna abu-abu yang memiliki range rona yang bermacam akan sangat cocok dengan warna putih. Sedangkan untuk gaya yang lebih mencolok, Anda bisa memilih warna-warna komplementer, seperti warna merah, biru, kuning, yang akan memeriahkan tampilan.

 

Selain warna, Anda juga harus menentukan jenis bunganya. Entah itu bunga asli, atau bunga artificial. Sekarang sudah banyak tumbuhan atau bunga artificial yang memiliki bentuk dan tekstur yang sangat mirip dengan aslinya. Bagi Anda yang sibuk dan tidak mau ribet, bunga artificial ini adalah pilihan yang tepat karena tidak membutuhkan pergantian dan perawatan yang rutin. Tapi kalau Anda menginkan efek segar dan harum alami dari bunga, maka Anda bisa memilih bunga yang asli.

 

Langkah 2: Persiapkan bunganya

Kalau Anda memutuskan untuk menggunakan bunga alami, sebelum merangkainya Anda masih perlu melalukan beberapa hal supaya bunga Anda lebih tahan lama. Pertama-tama, singkirkan daun yang berlebihan dan kelopak yang rusak dari batang. Kalau ada tunas yang tidak diinginkan pada tangkai bunga, potong sekaligus! Setelah tangkai dibersihkan, buat potongan diagonal baru di bagian bawah tangkai. Masukkan batang yang telah dipotong ke dalam vas atau ember berisi air semetara sebelum ditempatkan pada vasnya yang sesungguhnya

 

Langkah 3: Pilih vasnya

Untuk memilih vas yang tepat Anda juga harus mempertimbangkan ukuran dan jenis bunganya. Kalau Anda cuma menggunakan beberapa tangkai bunga saja, pilih vas yang minimalis dan berukuran kecil. Beberapa bunga lebih cocok diletakkan pada vas berukuran tinggi, seperti tulip contohnya. Sedangkan kalau Anda menggunakan banyak tangkai bunga, gunakanlah vas yang memiliki dasar lebar dan ukuran yang berat sehingga kokoh untuk menopang bunga.

 

Jumlah tangkai bunga juga berpengaruh pada rangkaian. Apabila jumlahnya terlalu sedikit, rangkaian akan berantakan. Sebaliknya apabila jumlah bunga terlalu banyak tapi fondasi rangkaiannya tidak kuat, maka bunga akan berantakan. Oleh karena itu Anda perlu mengikatnya dengan tali atau selotip agar rangkaian bunga tidak lepas.


Langkah 4:  Ciptakan dasar menggunakan dedaunan

Langkah selanjutnya adalah memulai untuk merangkai bunganya. Sebelum Anda menambahkan atau menyusun bunga, gunakan dedaunan hijau sebagai dasar atau fondasinya. Anda bisa menggunakan daun eucalyptus atau pakis-pakisan sebagai dasar rangkaian Anda. Dedaunan ini akan memberikan aksen hijau segar yang akan membuat tampilan tampak lebih natural.

 

Langkah 5: Tambahkan focal flower

Setelah menambahkan dedaunan, baru tambahkan focal flower. Ibaratnya, focal flower ini adalah bintang utama pada rangkaian Anda yang akan menjadi pusat perhatian utama. Biasanya jenis bunga yang cocok digunakan sebagai focal flower adalah bunga yang berwarna paling terang dan dengan kelopak yang paling besar, misalnya mawar, dahlia, atau peony. Pastikan focal flower ini tidak menjuntai ke bawah karena akan membuatnya tampak layu.

 

Langkah 6: Tambahkan filler flower

Langkah selanjutnya adalah menambahkan filler flower. Filler flower ini adalah bunga yang berukuran lebih kecil dari focal flower dan warnanya lebih redup. Filler flower yang sering digunakan adalah daisy, baby breath, dan krisan kecil. Bunga-bunga kecil ini berfungsi untuk memberikan volume pada rangkaian, serta untuk menyeimbangkan komposisi rangkaian. Letakkan filler flower di bagian terakhir agar tidak terjepit atau terkubur oleh bunga yang lebih berat.


Langkah 7: Selesaikan rangkaian bunga Anda
Langkah terakhir adalah sedikit air pada rangkaian bunga yang sudah jadi untuk meniru tampilan embun segar agar natural. Kalau Anda menggunakan bunga asli, jangan lupa untuk mengisi ulang vas dengan air sesuai kebutuhan agar bunga tetap terhidrasi dan segar.

Read other articles related